Pada suatu ketika, di sebuah desa kecil di Kenya,
hiduplah seorang anak muda dengan keluarga tirinya. Karena kelangkaan air di
desa, setiap pagi anak muda tersebut bangun pagi dan membawa ember kemudian
menuju sungai dengan tujuan mengambil air untuk dirinya sendiri dan keluarga
tirinya tersebut. Malang bagi dirinya, dia mengerjakan tugasnya sendirian
secara rutin setiap pagi dan sore untuk mengambil air di sungai yang terletak
sangat jauh, sementara saudara tirnya diberi tugas lain yang tergolong ringan dan
bahkan terkadang tidak diberi tugas sama sekali. Namun anak muda tersebut tidak
menaruh dendam terhadap keluarga tirinya. Ia tetap mencintai keluarga tirinya
dan tetap melakukan tugasnya dengan tekun.
Dalam perjalanan pulang dari
sungai, ia bertemu dengan seorang pria tua yang beristirahat di bawah pohon.
Orang tua tersebut memohon air karena kehausan dan pemuda tersebut memberikannya.
Hal ini terjadi hampir setiap kali saat ia pulang dari sungai, yaitu bertemu
dengan orang-orang yang mengemis karena kehausan. Namun ia selalu memberikan
air pada mereka meskipun harus menghadapi siksaan ibu tirinya karena air yang
dibawanya tidak cukup untuk kebutuhan keluarga tirinya itu.
Pada suatu hari, anak muda
tersebut tidak tahan menghadapi siksaan ibu tirinya, sehingga ia bersumpah
untuk tidak memberikan air kepada siapapun. Akan tetapi dalam perjalanan pulang
dari sungai berikutnya, ia bertemu dengan seorang pria yang tampak aneh yang
meminta air kepadanya. Orang aneh tersebut tergeletak di pinggir jalan dan Nampak
mengalami cedera. Anak muda tersebut teringat sumpahnya untuk tidak memberikan
air siapa pun, tetapi setelah merenung sejenak akhirnya ia memberikan pria aneh
tersebut air.
Ketika anak muda tersebut sampai
di rumah, seketika ibu tirinya pun langsung memarahinya setelah sang ibu
melihat ember yang dibawanya setengah penuh, dan langsung menyiksanya dengan
siksaan yang lebih kejam dari biasanya. Saat anak muda sedang mengalami
penyiksaan, tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu. Ternyata itu adalah
pria aneh terluka yang ditemui anak muda di jalan ketika pulang dan akan
meninggal dalam perjalanan jika tidak ditolongnya. Rupanya pria aneh tersebut
adalah pengirim surat. Dia datang dari kota dengan membawa surat untuk anak
muda. Sebuah surat yang berisi beasiswa untuk anak muda tersebut dengan hadiah
uang tambahan.
Ada cinta dalam berbagi. Dimana
ada cinta di situ ada kehidupan. Perbuatan baik anda sehari-hari tidak pernah
sia-sia karena semua itu akan kembali kepada anda, bahkan ketika anda tidak
mengharapkannya.
Oleh: Emmanuel Aghado

Tidak ada komentar:
Posting Komentar